*BATANG HARI, JAMBI —* Universitas Islam Batang Hari (UNISBA) memperkuat ruang dialog akademik mengenai moderasi beragama melalui Seminar Internasional bertema *“Islam Wasathiyah dan Tantangan Ekstremisme Global: Peran Perguruan Tinggi dalam Menguatkan Moderasi Beragama.”* Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi akademik antara Universitas Islam Batang Hari dan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Seminar yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026 di Kampus Universitas Islam Batang Hari tersebut mengangkat isu yang relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan tinggi. Melalui tema Islam wasathiyah dan tantangan ekstremisme global, kegiatan ini menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu ruang penting dalam penguatan pemahaman keagamaan yang moderat serta pengembangan wawasan akademik.
Kolaborasi UNISBA dengan Universitas Al-Azhar Kairo menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran akademisi dari Al-Azhar Mesir memberikan perspektif internasional dalam pembahasan mengenai pemikiran Islam, moderasi beragama, serta upaya merawat perdamaian dunia. Informasi mengenai kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut tercantum dalam prosiding Seminar Internasional UNISBA.
Seminar menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. *Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I.* membawakan materi “ *Strategi Institusional Perguruan Tinggi Islam dalam Penguatan Moderasi Beragama.”* Materi tersebut menyoroti posisi dan strategi kelembagaan perguruan tinggi Islam dalam memperkuat moderasi beragama.
Narasumber berikutnya, *Dr. Iwan Aprianto, S.Pd.I., M.Pd.,* membahas *“Peran Strategis Mahasiswa dan Organisasi Kemahasiswaan dalam Menangkal Paham Ekstremisme di Kampus.”* Pembahasan ini memberikan perhatian pada posisi mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan dalam kehidupan akademik, khususnya dalam menghadapi tantangan pemikiran ekstremisme di lingkungan kampus.
Sementara itu, perspektif internasional disampaikan oleh Maulana Syekh Ahmed Mahmud Al Hanafi Al Azhari, Ph.D. dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ia mengangkat materi “Islam Wasathiyah dan Tantangan Ekstremisme Global: Pemikiran dan Metodologi Turats Mesir/Al-Azhar dalam Merawat Perdamaian Dunia.”
Materi yang disampaikan ketiga narasumber memperlihatkan adanya tiga ruang pembahasan yang saling berkaitan, yakni strategi kelembagaan perguruan tinggi, peran mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan, serta perspektif pemikiran dan metodologi turats Mesir/Al-Azhar dalam konteks moderasi beragama dan perdamaian dunia.
Dalam konteks perguruan tinggi, tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan lingkungan pendidikan yang mampu merespons berbagai tantangan sosial dan pemikiran. Karena itu, pembahasan mengenai moderasi beragama dan ekstremisme ditempatkan dalam perspektif kelembagaan, kemahasiswaan, serta khazanah keilmuan Islam.
Kehadiran perspektif Al-Azhar Mesir juga memperluas cakrawala pembahasan seminar. Tradisi keilmuan Al-Azhar menjadi bagian dari materi yang dibawa untuk melihat Islam wasathiyah dan tantangan ekstremisme global, khususnya melalui pendekatan pemikiran dan metodologi turats Mesir/Al-Azhar dalam merawat perdamaian dunia.
Bagi UNISBA, seminar internasional ini menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif lokal dan internasional dalam pembahasan isu-isu keislaman dan pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan Universitas Al-Azhar Kairo juga menunjukkan adanya ruang bagi penguatan jejaring akademik yang mempertemukan perguruan tinggi di Indonesia dengan tradisi keilmuan Islam di tingkat internasional.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun ruang dialog yang konstruktif. Pembahasan mengenai strategi institusional, peran mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta pemikiran Al-Azhar memberikan kerangka yang lebih luas dalam memahami tantangan moderasi beragama di tengah perubahan global.
Seminar Internasional UNISBA tersebut dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan terbuka untuk umum. Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Batang Hari terus membuka ruang bagi pengembangan wawasan akademik dan kolaborasi internasional, sekaligus menghadirkan pembahasan mengenai Islam wasathiyah, moderasi beragama, serta perdamaian dunia dalam perspektif yang lebih luas.

